Kadangkala ketika kita berjalan di suatu tempat, kita sering menginjak-injak sarang dari semut-semut yang bertubuh lucu itu. Dan ketika semut datang merangkak ke kulit kita, maka tanpa kita sadari langsung saja dibunuh tanpa sebab.
Lain halnya dalam cerita rakyat Filipina, sarang semut adalah rumah dari Nuno sa Punso atau leluhur yang dihormati masyarakat pribumi setempat. Orang-orang sering diperingatkan agar tidak mengganggu rumahnya, karena kalau dilanggar maka kutukan akan jatuh bagi siapapun tanpa terkecuali.
Legenda Nuno sa Punso telah diceritakan oleh nenek moyang bangsa Filipina dari generasi ke generasi. Mereka memperingatkan bahwa di dalam sarang semut tersebut terdapat orang tua berbentuk kerdil sebangsa dwarf, dengan jenggot yang sangat panjang serta dapat mendatangkan malapetaka besar.
Konon, ia mampu membuat bengkak kaki anda dan rambut-rambut kasar akan tumbuh di punggung serta keluarnya cairan hitam dari semua lubang pada tubuh anda. Dan yang lebih parah lagi adalah teror darinya yang akan selalu mengikuti anda. Hal ini akan menimpa siapa pun yang tidak menghormati rumahnya.
Disana, tindakan pencegahan khusus selalu diajarkan kepada anak-anak untuk menghindari murka Nuno sa Punso. Anak-anak diperingatkan supaya pulang sebelum pukul enam sore. Mereka juga diperingatkan agar meminta izin sebelum melewati tempat-tempat yang dihuni oleh Nuno. Caranya adalah dengan mengatakan mantra "tabi tabi po" yang artinya "silakan minggir". Hal ini bermaksud untuk menyampaikan permisi kepada Nuno karena melewati wilayahnya.
Banyak cerita rakyat Filipina memberikan pelajaran berharga dalam bersikap baik terhadap alam, dan kisah ini adalah salah satu cara untuk mengingatkan kita agar selalu menghormati kediaman makhluk hidup lain.
Lain halnya dalam cerita rakyat Filipina, sarang semut adalah rumah dari Nuno sa Punso atau leluhur yang dihormati masyarakat pribumi setempat. Orang-orang sering diperingatkan agar tidak mengganggu rumahnya, karena kalau dilanggar maka kutukan akan jatuh bagi siapapun tanpa terkecuali.
Legenda Nuno sa Punso telah diceritakan oleh nenek moyang bangsa Filipina dari generasi ke generasi. Mereka memperingatkan bahwa di dalam sarang semut tersebut terdapat orang tua berbentuk kerdil sebangsa dwarf, dengan jenggot yang sangat panjang serta dapat mendatangkan malapetaka besar.
Konon, ia mampu membuat bengkak kaki anda dan rambut-rambut kasar akan tumbuh di punggung serta keluarnya cairan hitam dari semua lubang pada tubuh anda. Dan yang lebih parah lagi adalah teror darinya yang akan selalu mengikuti anda. Hal ini akan menimpa siapa pun yang tidak menghormati rumahnya.
Disana, tindakan pencegahan khusus selalu diajarkan kepada anak-anak untuk menghindari murka Nuno sa Punso. Anak-anak diperingatkan supaya pulang sebelum pukul enam sore. Mereka juga diperingatkan agar meminta izin sebelum melewati tempat-tempat yang dihuni oleh Nuno. Caranya adalah dengan mengatakan mantra "tabi tabi po" yang artinya "silakan minggir". Hal ini bermaksud untuk menyampaikan permisi kepada Nuno karena melewati wilayahnya.
Banyak cerita rakyat Filipina memberikan pelajaran berharga dalam bersikap baik terhadap alam, dan kisah ini adalah salah satu cara untuk mengingatkan kita agar selalu menghormati kediaman makhluk hidup lain.









